Jumat, 25 November 2022

 

Materi PPKN kelas 5 tema 3 subtema 1 (Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan?) dengan  pokok pembahasan “Keragaman Sosial Budaya Masyarakat”

 


Kali ini kita akan mempelajari Materi PPKN Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 dengan tema “Keragaman Sosial Budaya Masyarakat”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa saja Keragaman Sosial Budaya Masyarakat.

 

Kompetensi Dasar

3.3 Menelaah keragaman social budaya masyarakat

 

Makna Keragaman Budaya Indonesia

a.       Indonesia adalah salah satu Negara kesatuan yang di dalamnya dipenuhi dengan keragaman serta kekayaan.

b.      Ada berbagai suku bangsa dan budaya serta ras, daerah dan juga kepercayaan agama dan keragaman budaya yang ada di Indonesia.

c.       Akan tetapi, sekalipun dipenuhi dengan keragaman, Indonesia bisa mempersatukan hal itu sesuai dengan semboyan yang dimiliki oleh Negara ini, yaitu Bhineka Tunggal Ika.

d.      Adapun makna dari Bhineka Tunggal Ika sendiri adalah sekalipun berbeda-beda namun tetap satu jua.

e.       Di Negara ini pula, keragaman budaya merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak lagi keberadaannya.

f.       Keragaman budaya itu memiliki beberapa ciri khusus.

1) Keragaman Suku Bangsa

2) Keragaman Bahasa

3) Keragaman Religi

4) Keragaman Seni dan Budaya

g.      Manfaat Keragaman Budaya

1)      Dalam bidang bahasa, kebudayaan bahasa yang dimiliki oleh daerah tertentu tentu saja bisa memperkaya adanya perbedaan istilah dalam bahasa Indonesia itu sendiri.

2)      Bidang pariwisata, potensi dari adanya keragaman budaya tersebut tentu saja sangat cocok dan menarik untuk dijadikan sebagai sebuah objek dan tujuan dari pariwisata yang ada di Negara ini. Dan sudah pasti ini bisa meningkatkan adanya devisa Negara.

3)      Adanya berbagai pemikiran beragam yang berasal dari satu daerah dan juga yang lainnya tentu saja bisa dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk kepentingan pembangunan nasional.


Keanekaragaman Budaya Bangsa Indonesia

a)      Bangsa Indonesia mempunyai keanekaragaman budaya.

b)      Tiap daerah atau masyarakat mempunyai corak dan budaya masing-masing yang memperlihatkan ciri khasnya.

c)      Contohnya adalah pemakaman daerah Toraja, mayat tidak dikubur dalam tanah tetapi diletakkan dalam goa. Di daerah Bali, mayat dibakar(ngaben).

d)     Untuk mengetahui kebudayaan daerah Indonesia dapat dilihat dari ciri-ciri tiap budaya daerah.

e)      Ciri khas kebudayaan daerah terdiri atas bahasa, adat istiadat, sisem kekerabatan, kesenian daerah dan ciri badaniah (fisik)

f)       Lingkungan tempat tinggal mempengaruhi bentuk rumah tiap suku bangsa.
1) Rumah adat di Jawa dan di Bali biasanya dibangun langsung di atas tanah.
2) Sementara rumah-rumah adat di luar Jawa dan Bali dibangun di atas tiang atau disebut rumah panggung.

Alasan orang membuat rumah panggung antara lain untuk menghindari banjir dan menghindari binatang buas. Kolong rumah biasanya dimanfaatkan untuk memelihara ternak dan menyimpan barang.

g)      Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari bentuk rumah adat.

Berikut ini beberapa contoh rumah adat.

1) Rumah Bolon (Sumatera Utara).

2) Rumah Gadang (Minangkabau, Sumatera Barat).

3) Rumah Joglo (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur).

4) Rumah Lamin (Kalimantan Timur).

5) Rumah Bentang (Kalimantan Tengah).

6) Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan).

7) Rumah Honai (Rumah suku Dani di Papua).

h)      Setiap suku bangsa mempunyai upacara adat dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan.

Beberapa contoh upacara adat yang dilakukan suku-suku di Indonesia :

1) Mitoni, tedhak siti, ruwatan, kenduri, grebegan (Suku Jawa).

2) Seren taun (Sunda).

3) Kasodo (Tengger).

4) Nelubulanin, ngaben (Bali).

5) Rambu solok (Toraja).

i)        Keberagaman kebudayaan di Indonesia juga tampak dalam kesenian daerah.
Contoh lagu-lagu daerah di Indonesia :

1)   Nanggroe Aceh Darussalam     : Piso Surit

2)   Sumatera Utara                         : Lisoi, Sinanggar Tullo, Sing Sing So, Butet

3)   Sumatera Barat                         : Kambanglah Bungo, Ayam Den Lapeh

4)   Riau                                          : Soleram

5)   Sumatera Selatan                      : Dek Sangke, Tari Tanggai

6)   DKI Jakarta                              : Jali-jali, Kicir-kicir, Surilang

7)   Jawa Barat                                : Bubuy Bulan, Cing Cangkeling

8)   Jawa Tengah                             : Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling

9)   Jawa Timur                               : Rek Ayo Rek, Turi-turi Putih

10)  Madura                                     : Karaban Sape, Tanduk Majeng

11)  Kalimantan Barat                      : Cik Cik Periok

12)  Kalimantan Tengah                   : Naluya, Kalayar, Tumpi Wayu

13)  Kalimantan Selatan                   : Ampar Ampar Pisang, Paris Barantai

14)  Sulawesi Utara                          : Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Esa Mokan

15)  Sulawesi Selatan                       : Anging Mamiri, Ma Rencong, Pakarena

16)  Sulawesi Tengah                       : Tondok Kadadingku

17)  Bali                                           : Dewa Ayu, Meyong-meyong

18)  NTT                                          : Desaku, Moree, Pai Mura Rame

19)  Maluku                                      : Kole-Kole, Ole Sioh, Sarinande

20)  Papua                                        : Apuse, Yamko Rambe Yamko

 

Contoh Tari-tarian Tradisional Indonesia :

1)      Nangroe Aceh Darussalam       : Tari Seudati, Saman, Bukat

2)      Sumatera Utara                         : Tari Serampang, Baluse, Manduda

3)      Sumatera Barat                         : Tari Piring, Payung, Tabuik

4)      Riau                                          : Tari Joget Lambak, Tandak

5)      Sumatera Selatan                      : Tari Kipas, Tanggai, Tajak

6)      Lampung                                   : Tari Melinting, Bedana

7)      Bengkulu                                  : Tari Adum, Bidadari

8)      Jambi                                         : Tari Rangkung, Sekapur Sirih

9)      DKI Jakarta                              : Tari Yapong, Serondeng, Topeng

10)  Jawa Barat                                : Tari Jaipong, Merak, Patilaras

11)  Jawa Tengah-Yogyakarta         : Tari Bambangan Cakil, Enggot-enggot

 

 Contoh Seni Pertunjukan yang Ada di Indonesia

1) Banten                                        : Debus

2) DKI Jakarta                                : Ondel-ondel, Lenong

3) Jawa Barat                                  : Wayang Golek, Rudat, Banjet, Tarling

4) Jawa Tengah                               : Wayang Kulit, Kuda Lumping

5) Jawa Timur                                 : Ludruk, Reog, Wayang Kulit

6) Bali                                             : Wayang Kulit, Janger

7) Riau                                            : Makyong

8) Kalimantan                                 : Mamanda

 

            Selain hasil kesenian, suku-suku bangsa di Indonesia juga mempunyai hasil karya seni dalam bentuk benda. Karya seni yang dihasilkan oleh seniman-seniman dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia, antara lain seni lukis, seni pahat, seni ukir, patung, batik, anyaman, dan lain-lain. Benda-benda karya seni yang terkenal, antara lain ukiran Bali dan Jepara, Patung Asmat dan patung-patung Bali, anyaman dari suku-suku Dayak di Kalimantan, dan lain-lain. Hasil kerajinan seni ini menjadi barang-barang cindera mata yang sangat digemari turis mancanegara.

 

 

Demikianlah Materi IPS Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 “Keragaman Sosial Budaya Masyarakat” yang dapat saya sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

 

 

Materi IPA kelas 5 tema 3 subtema 1 (Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan?) dengan  pokok pembahasan “Organ Pencernaan Dan Fungsinya Pada Hewan Dan Manusia

 


Kali ini kita akan mempelajari Materi IPA Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 dengan tema “Organ Pencernaan Dan Fungsinya Pada Hewan dan Manusia”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa saja organ pencernaan dan fungsinya pada hewan dan manusia.

 

KD 3.3 Menjelaskan organ pencernaan dan fungsinya pada hewan dan manusia pada Sistem Pencernaan Hewan dan Manusia

 

Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Makanan yang telah dimakan akan diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, komponen penyusun sel dan jaringan serta nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tubuh manusia mengolah makanan menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Sistem yang mengolah makanan menjadi nutrisi adalah sistem pencernaan.

Sistem pencernaan merupakan organ yang dapat ditemui pada manusia dan hewan. Sistem pencernaan berfungsi untuk memperhalus makanan sehingga menghasilkan nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh.

Dengan adanya nutrisi tersebut, maka manusia dan hewan, dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika makanan yang dikonsumsi itu sehat dan bergizi tinggi, maka manusia atau hewan yang mengonsumsinya akan bertumbuh dengan sehat.

 

Sistem Pencernaan Makanan Pada Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang biasa memamah (memakan) dua kali dan dikenal dengan hewan memamah biak. Contoh hewan ruminansia ialah sapi, kerbau, rusa, domba, kambing, dan kijang.

Memamah dua kali maksudnya adalah ketika rumput setelah di cerna di mulut akan difermentasi di rumen dan retikulum. Setelah itu dimuntahkan lagi ke mulut untuk dikunyah kedua kalinya. Setelah itu batu masuk omasum dan abomasum.

Sistem pencernaan hewan ruminansia lebih kompleks dibandingkan pencernaan hewan lainnya. Pada hewan ruminansia terdapat empat bagian lambung dengan fungsi yang spesifik yang terdiri secara urut dari depan ke belakang adalah Rumen, Retikulum, Omasum, Abomasum.

Description: IPA Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 “Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan ?”

Selain itu, pencernaan makanan pada hewan ruminansia dibantu oleh beberapa mikrob (bakteri dan protozoa). Mikrob tersebut dapat membantu mencerna rumput.

Mekanisme Pencernaan Makanan Pada Hewan Ruminansia

Salah satu contoh hewan ruminansia ialah sapi. Makanan seperti rumput, pertama kali masuk ke dalam mulut sapi. Di dalam mulut terdapat organ-organ pencernaan seperti berikut.

  • Gigi : gigi sapi tersusun dari gigi seri yang berguna untuk memotong makanan dan gigi geraham untuk mengunyah makanan.
  • Lidah : lidah sapi berguna untuk merenggut rumput (makanan) dan mendorong makanan yang sudah dikunyah menuju lambung.
  • Saliva: merupakan cairan atau enzim khusus yang dihasilkan oleh kelenjar khusus pada sapi yang kemudian disalurkan ke dalam rongga mulut. Saliva berperan dalam proses pencernaan kimiawi.

Ketika rumput sudah selesai dikunyah mulut kemudian didorong ke rumen dan retikulum untuk difermentasi, setelah itu dimuntahkan lagi ke mulut untuk dikunyah kedua kalinya. Setelah pengunyahan kedua maka baru akan masuk ke retikulum, lalu ke omasum, dan akhirnya ke abomasum.

Lambung sapi berbeda dengan lambung manusia, ukurannya jauh lebih besar. Lambung sapi merupakan organ pencernaan yang sangat penting bagi sapi. Lambung sapi terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Oleh karena itu, sapi dikatakan memiliki empat perut.

Bagian-Bagian Lambung Sapi

Berikut ini adalah bagian-bagian dari lambung sapi :

  • Rumen (perut besar) : Tempat terjadinya pencernaan dengan bantuan mikroba (bakteri). Di sini makanan dicerna hingga menjadi bubur dengan gerakan mengaduk yang dilakukan oleh dinding rumen. Pada saat sapi beristirahat, makanan kembali ke mulut dan dikunyah kembali. Setelah dikunyah untuk yang kedua kalinya, makanan masuk ke retikulum (perut jala).
  • Retikulum (perut jala) : Di dalam retikulum, makanan kembali mengalami proses fermentasi dengan bantuan bakteri anaerob dan protozoa. Di dalam bagian perut ini, terjadi proses absorpsi dan penyaringan benda-benda asing yang masuk bersama makanan sehingga tidak masuk ke omasum (perut kitab).
  • Omasum (perut kitab) : Di dalam omasum, makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan. Selanjutnya, makanan masuk ke abomasum.
  • Abomasum (perut masam) : Perut bagian inilah yang sebenarnya disebut dengan lambung. Di sini makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan pepsin yang dihasilkan oleh abomasum.

Setelah melewati seluruh proses pencernaan makanan di dalam abomasum, makanan bergerak menuju usus halus. Panjang usus halus seekor sapi dewasa dapat mencapai 40 meter. Di dalam usus halus, terjadi proses absorpsi dan fermentasi. Selanjutnya, sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.

Sistem Pencernaan pada Manusia

Setelah mempelajari sistem pencernaan pada sapi, sekarang kita akan belajar tentang sistem pencernaan pada manusia. Organ-organ sistem pencernaan manusia terdiri dari:

  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus halus
  • Usus besar
  • Anus

Description: Materi IPA Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 “Bagaimana Tubuh Mengolah Makanan ?”

Sistem pencernaan pada tubuh manusia berfungsi untuk menghancurkan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Makanan yang semula dalam bentuk kasar dapat berubah menjadi bentuk yang lebih halus dengan bantuan gigi dan enzim. Dalam hal ini, enzim pencernaan dapat mempermudah proses penyerapan sari makanan.

Selain itu, sistem pencernaan juga berfungsi untuk membuang sisa–sisa makanan yang sudah tidak diperlukan tubuh. Keberadaan zat-zat sisa tersebut dapat menjadi racun bagi tubuh manusia jika tidak dikeluarkan.

1. Mulut

Di dalam mulut terdapat tiga unsur penting alat pencernaan makanan, yaitu gigi, lidah dan kelenjar ludah. Manusia mempunyai tiga macam gigi, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.

Bagaimana membedakan jenis gigi? Setiap jenis gigi memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda.

Gigi seri mempunyai permukaan seperti mata kapak. Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan. Gigi taring mempunyai permukaan yang runcing. Gigi taring berfungsi untuk mengoyak makanan. Gigi geraham mempunyai permukaan yang lebar dan bergelombang. Gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan agar menjadi halus.

Lidah berfungsi untuk mengatur letak makanan agar lebih mudah dikunyah dan membantu menelan makanan. Selain itu pada lidah terdapat indra pengecap. Indra pengecap ini berfungsi membedakan rasa dari setiap makanan. Yaitu rasa manis, asin, asam, dan pahit serta gurih.

Kelenjar ludah berfungsi untuk menghasilkan air ludah dengan enzim ptialin. Air ludah membantu melarutkan dan menghaluskan makanan pada saat dikunyah. Dengan begitu makanan mudah ditelan. Jadi, di dalam mulut terjadi dua macam pencernaan, yaitu pencernaan secara mekanik dan kimiawi.

Proses penghancuran makanan oleh gigi termasuk pencernaan secara mekanik. Pencernaan menggunakan enzim ptialin termasuk pencernaan secara kimiawi.

2. Kerongkongan

Setelah dicerna di dalam mulut, makanan kemudian ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan adalah saluran pencernaan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung.

Di kerongkongan, makanan diremas-remas dan didorong masuk ke lambung. Gerakan meremas dan mendorong makanan menuju ke lambung yang dilakukan oleh kerongkongan disebut gerakan peristaltik.

3. Lambung

Di manakah letak lambung? Lambung terletak di rongga perut sebelah kiri atas. Di dalam lambung, makanan dicerna kembali dengan bantuan getah lambung. Getah lambung mengandung asam klorida dan enzim-enzim pencernaan, yaitu renin dan pepsinogen (pepsin).

Asam klorida berfungsi untuk membunuh bibit penyakit yang terbawa makanan masuk ke lambung. Enzim renin berfungsi menggumpalkan susu agar mudah diserap. Enzim pepsin berfungsi mengubah protein agar bisa diserap usus.

Di dalam lambung, makanan mengalami pencernaan secara kimiawi yang dibantu oleh enzim renin dan pepsin. Selain pencernaan kimiawi, makanan juga mengalami pencernaan secara mekanik. Makanan diaduk di dalam lambung hingga bercampur.

4. Usus halus

Setelah dicerna oleh lambung, makanan masuk ke dalam usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan secara kimiawi, yaitu dengan bantuan getah-getah usus. Di dalam usus halus terdapat usus dua belas jari.

Mengapa disebut usus dua belas jari? Panjang usus dua belas jari sama dengan ukuran panjang dua belas jari tangan orang dewasa.

Di dalam usus dua belas jari terdapat saluran empedu dan saluran getah pankreas. Getah pankreas yang dihasilkan oleh pankreas. Getah pankreas mengandung enzim tripsin, amilase, dan lipase.

Apakah fungsi masing-masing enzim ini? Enzim amilase berfungsi untuk mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula. Enzim lipase berfungsi untuk mengubah asam lemak menjadi gliserol. Enzim tripsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi asam amino.

Dari mana empedu dihasilkan? Empedu dihasilkan oleh hati. Cairan empedu atau getah empedu ditampung dalam kantung empedu. Getah empedu berfungsi untuk menghancurkan lemak.

Di manakah letak hati? Hati terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Hati juga berfungsi menawarkan racun dan mengubah provitamin A menjadi vitamin A.

Di usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Penyerapan sari-sari makanan dilakukan oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah yang ada di dinding usus halus. Sari makanan yang diserap darah ini kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus besar

Sisa makanan yang tidak diserap di usus halus akan masuk ke dalam usus besar. Di dalam usus besar ini tidak terjadi proses pencernaan makanan, melainkan hanya terjadi penyerapan air. Di usus besar terdapat bakteri pembusuk yang berguna membusukkan sisa makanan menjadi kotoran.

6. Anus

Sisa makanan yang berupa kotoran (feses) akan dikeluarkan melalui anus. Anus merupakan alat pelepasan sisa hasil pencernaan yang berupa kotoran.

 

 

 

Demikianlah Materi IPA Kelas 5 Tema 3 Subtema 1 “Organ Pencernaan Dan Fungsinya Pada Hewan dan Manusia” yang dapat saya sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat. ~

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

Materi IPS kelas 5 tema 5 ( Ekosistem) dengan   pokok pembahasan “ Letak dan Batas Wilayah Indonesia”   Kali ini kita akan mempelajar...