Sabtu, 29 Oktober 2022

 

Materi SBdP Kelas 5 SD Tema 2 Subtema 1 Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih dengan pokok pembahasan “Tangga Nada Diatonis Mayor

 


Kali ini kita akan mempelajari Materi SBdP Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 dengan tema “Tangga Nada Diatonis Mayor”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa itu Tangga Nada Diatonis Mayor dan Ciri-cirinya.

 

Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada merupakan salah satu aspek penting dalam musik atau lagu. Tangga nada juga merupakan susunan berjenjang, misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Dalam seni musik ada jenis tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terdiri atas delapan nada. Tangga nada diatonis dibagi lagi dalam dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tangga nada adalah tingkatan bunyi nada sesuai frekuensi.

Dalam seni musik tangga nada berperan sebagai instrumen yang bisa membuat sebuah lagu bisa didengar dengan indah dan harmonis.

Melansir dari Gramedia.com, tangga nada terdiri dari tiga jenis, yaitu tangga nada diatonis, pentatonis, dan kromatis.

Nah, pada kali ini yang akan di bahas adalah tangga nada dianotis.

Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang memiliki tujuh nada yang berbeda dalam satu oktaf. Diatonis merupakan pengetahuan dasar dari teori musik terutama pada musik dari Eropa. Diketahui tujuh nada tersebut diakhiri dengan satu nada yang berulang. Pada tangga nada diatonis memiliki jarak antara not yaitu satu dan setengah.

Untuk mengetahui pengertian tangga nada diatonis mayor dan ciri-ciri lagunya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

A.    Pengertian Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada diatonis dibagi menjadi dua jenis, yakni tangga nada diatonis mayor dan tangga nada diatonis minor.

Tangga nada diatonis mayor merupakan tangga nada yang disusun dengan jarak nada berupa 1-1-1/2-1-1-1-1/2.

Tangga nada diatonis mayor jika dimainkan akan memiliki nuansa musik yang menyenangkan dan ceria.

 

B.     Ciri-Ciri Lagu Diatonis Mayor

Berikut ini merupakan ciri-ciri lagu yang bertangga nada diatonis mayor, antara lain:

1)      Diawali dengan nada sol, mi, atau sering kali nada do.

2)      Biasanya lagu diawali dan diakhiri dengan tangga nada do.

3)      Melodi yang dihasilkan sangat kuat.

4)      Lagu yang dihasilkan memiliki suasana penuh semangat dan riang gembira.

 

C.     Contoh Lagu yang Memiliki Tangga Nada Diatonis Mayor

·         Garuda Pancasila

·         Lihat Kebunku

·         Halo-Halo Bandung

·         Dari Sabang Sampai Merauke

·         Ampar-Ampar Pisang

·         Maju Tak Gentar

·         Naik Delman

 

 

 

Demikianlah Materi SBdP Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 “Tangga Nada Diatonis Mayor” yang dapat kami sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

 

Materi PPKN Kelas 5 SD Tema 2 Subtema 1 Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih dengan pokok pembahasan “Tanggung Jawab”

 


Kali ini kita akan mempelajari Materi PPKN Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 dengan tema “Tanggung Jawab”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa itu Tanggung Jawab.

 

A.    Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan kesadaran yang dimiliki oleh manusia terhadap sikap yang telah ia lakukan baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, baik terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, maupun Tuhan Yang Maha Esa. Arti lainnya adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.

B.     Penerapan tanggung jawab setiap individu

Penerapan tanggung jawab setiap individu meliputi:

1.      Tanggung jawab sebagai makhluk Tuhan

Contoh: rajin beribadah sesuai keyakinan masing-masing, berbuat baik terhadap sesama, selalu bersyukur, dan menghargai orang lain yang sedang beribadah. b.

2.      Tanggung jawab sebagai anak (di lingkungan keluarga)

Contoh: berbakti kepada orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, merapikan tempat tidur, menjaga nama baik keluarga, berkata dengan sopan, memberikan contoh yang baik untuk adik dan kakak.

3.      Tanggung jawab sebagai siswa (di lingkungan sekolah)

Contoh: memakai seragam dengan benar, datang tepat waktu, mengumpulkan tugas tepat waktu, melaksanakan piket, jujur saat mengerjakan tugas, mengikuti upacara bendera dengan tertib, menjaga kebersihan sekolah.

4.      Tanggung jawab sebagai anggota masyarakat (di lingkungan masyarakat)

Contoh: gotong royong membersihkan lingkungan, menjaga keamanan lingkungan, membantu tetangga yang sedang kesusahan, ikut berpartisipasi dalam pemilihan ketua RT, saling menghormati tetangga.

5.      Tanggung jawab sebagai warga negara (di lingkungan bangsa dan negara)

Contoh: melaksanakan peraturan yang ada, mencintai budaya negeri sendiri, menjaga nama baik negara Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Jadi, tanggung jawab sebagai warga masyarakat adalah tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat. Menjaga kerukunan di masyarakat menjadi tanggung jawab semua anggota masyarakat.

C.     Jenis-jenis tanggung jawab sebagai warga masyarakat

Jenis-jenis tanggung jawab sebagai warga masyarakat adalah:

1.      Memelihara ketertiban dan keamanan hidup bermasyarakat. Ketertiban dan keamanan hidup bermasyarakat dapat diupayakan dengan membuat peraturan untuk dipatuhi bersama oleh seluruh warga masyarakat.

2.      Menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan masyarakat

a.       Prinsip-prinsip dasar dalam menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan di masyarakat adalah:

·         Membina keserasian dan keseimbangan di berbagai lingkungan kehidupan.

·         Saling mengasihi, membina, dan memberi antarsesama.

·         Tidak menonjolkan perbedaan tetapi mencari kesamaan.

 

b.      Contoh sikap yang menunjukkan menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan adalah:

·         Hidup rukun dengan semangat kekeluargaan antarwarga masyarakat.

·         Setiap warga masyarakat menyelesaikan masalah sosial secara bersama-sama.

·         Bergaul dengan sesama warga masyarakat tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, ataupun golongan.

·         Menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam bergaul antarsuku bangsa.

·         Mengadakan kerja bakti sosial di lingkungan masyarakat. Manfaat dari menjaga persatuan dan kesatuan adalah:

·         Terwujudnya kehidupan masyarakat yang serasi, selaras, dan seimbang.

·         Pergaulan antarsesama warga masyarakat akan lebih rukun dan akrab.

·         Terwujudnya sikap saling mencintai dan saling membantu antarwarga masyarakat.

·         Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada dengan penuh kesadaran.

·         Pembangunan nasional akan berjalan lebih baik dan lancar.

·         Pelaksanaan gotong royong akan dapat berjalan lancar dan baik.

 

c.       Meningkatkan rasa solidaritas sosial sebagai sesama anggota masyarakat. Solidaritas (rasa setia kawan) sebagai warga masyarakat terus ditingkatkan dengan mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi/ golongan. Sikap solidaritas sosial dalam masyarakat meliputisaling membantu, saling peduli, bisa bekerja sama, dalam mendukung pembangunan wilayah. Salah satu bentuk solidaritas sosial adalah kerja sama atau gotong royong.

 

d.      Menghapuskan bentuk-bentuk diskriminasi dalam kehidupan di masyarakat untuk menghindari perpecahan masyarakat, bangsa, dan negara. Setiap warga masyarakat mempunyai persamaan derajat yang harus dijunjung tinggi dan tidak boleh diabaikan oleh siapa pun. Menghormati persamaan derajat bertujuan untuk mencegah terjadinya perpecahan antarwarga masyarakat.

 

Tanggung jawab merupakan bagian dari sikap. Sikap tanggung jawab ini melekat pada hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang. Hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. Orang yang tidak melaksanakan hak dan kewajibannya dapat dikatakan sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.

 

 

 

Demikianlah Materi PPKN Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 “Tanggung Jawab ” yang dapat kami sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

 

Materi IPS Kelas 5 SD Tema 2 Subtema 1 Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih dengan pokok pembahasan “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat”

 

Kali ini kita akan mempelajari Materi PPKN Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 dengan tema “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa saja Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat.


Kondisi geografis Indonesia yang berupa daratan dan lautan ini menyebabkan beragam dampak. Salah satunya adalah dengan adanya beragam jenis usaha ekonomi yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Perlu kita ketahui bahwa semua kegiatan atau usaha ekonomi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. 

Berikut ini akan di jelaskan tentang jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat Indonesia. Simak informasi berikut ini, yuk!

 

1.      Agraris

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena banyak sekali penduduk Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani. Usaha agraris ini meliputi kegiatan pertanian dan perkebunan. Sektor usaha agraris ini biasanya terdapat di daerah pedesaan dan pegunungan. 

1)      Pertanian merupakan jenis usaha yang mengolah tanah untuk ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman. Hasil usaha pertanian menghasilkan bahan pangan.

Kegiatan bercocok tanam dalam pertanian ini meliputi: pengolahan tanah, pembibitan, pemupukan, pengairan, pemberantasan hama, pemanenan, pengolahan hasil panen, dan pemasaran hasil panen. Usaha peningkatan hasil pertanian dapat dilakukan dengan cara-cara berikut yaitu : intensifikasi pertanian (memanfaatkan lahan yang sudah tersedia dengan sebaik-baiknya), ekstensifikasi pertanian (memperluas lahan/ penambahan lahan baru), diversifikasi pertanian (memperbanyak jenis tanaman), rehabilitasi pertanian (memperbaiki cara bertani atau mengubah jenis sawahnya misal sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi), dan mekanisasi pertanian (menggunakan mesin modern).

2)      Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tumbuhan tertentu pada tanah atau media lain dalam ekosistem yang sesuai seperti cara mengolah, dan memasarkan barang jasa hasil panen. - Hasil perkebunan di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan baku perindustrian dan menjadi barang/ komoditas unggulan ekspor.

Tanaman perkebunan ada yang merupakan tanaman musiman (berumur pendek) dan tanaman tahunan (berumur panjang).

·         Perkebunan dengan tanaman berumur pendek - Contoh: tebu, rosela, dan tembakau.

·         Perkebunan dengan tanaman berumur panjang - Contoh: karet, kelapa, cengkih, lada, kopi, teh, dan kelapa sawit.

Perkebunan dapat dibedakan atas :

·         Perkebunan rakyat (perkebunan yang dikelola oleh rakyat, biasanya sempit dan menggunakan modal serta tenaga kerja yang seadanya) dan

·         Perkebunan besar (perkebunan yang biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan besar dan hasilnya untuk ekspor sehingga menghasilkan devisa/ pemasukan bagi negara, biasanya lahannya lebih luas, teknologinya maju, tetapi membutuhkan modal yang besar).

2.      Peternakan

Peternakan adalah kegiatan usaha budi daya hewan yang biasanya peternak akan mengambil hasilnya. 

Hasil peternakan sendiri terdiri atas daging, telur, susu, kulit, dan bulu. Jenis peternakan dapat dibedakan menjadi:

a.       Peternakan hewan kecil, contohnya kambing, domba, biri-biri, dan kelinci.

b.      Peternakan hewan besar, contohnya kuda, sapi, kerbau, dan lembu.

c.       Peternakan unggas, contohnya itik, burung, puyuh, dan ayam.

Usaha peternakan bisa dilakukan dalam beberapa skala, yaitu skala kecil yang dilakukan oleh masyarakat dan skala besar oleh pihak swasta atau pemerintah.

3.      Perikanan

Perikanan adalah kegiatan ekonomi di bidang budi daya ikan. Perikanan tidak hanya bisa dilakukan di laut saja. Namun, bisa dilakukan di darat. Ada beberapa contoh usaha ekonomi perikanan, budi daya ikan di kolam dan budi daya ikan di tambak.

Secara umum, perikanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perikanan laut dan perikanan darat. 

a.       Perikanan Darat

Perikanan darat adalah usaha memelihara ikan di perairan darat. Perikanan air darat ini kemudian terbagi lagi menjadi perikanan air tawar dan air payau. Perikanan air tawar dilakukan di danau, sungai, rawa, waduk, bendungan, empang, sawah, dan kolam.  Untuk jenis ikan yang dibudidayakan ada ikan lele, mujair, ikan mas, dan ikan gerame. 

b.      Perikanan Laut

Perikanan laut adalah usaha menangkap ikan di sekitar pantai ataupun di laut. Di Indonesia, usaha perikanan air laut dilakukan oleh nelayan tradisonal.

Saat sedang musim, nelayan akan memperoleh hasil laut yang beragam, seperti udang, kerang, rumput laut, ikan-ikan, mutiara, hingga garam laut. 

Sektor ekonomi ini biasanya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dimanfaatkan untuk komoditas ekspor.

4.      Pertambangan

Dilihat dari kondisi geologisnya, wilayah Indonesia mengandung banyak barang tambang yang bisa dimanfaatkan bagi kemakmuran masyarakat. 

Pertambangan merupakan kegiatan menggali dan memanfaatkan hasil logam dan nonlogam maupun mineral yang terkandung di bumi.  Untuk mendapatkan mineral perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Berdasarkan letaknya ada dua jenis tambang yaitu tambang terbuka (bahan yang diambil di permukaan bumi misalnya pasir, batu kali, kapur, timah, aspal) dan tambang tertutup (bahan yang diambil berada di dalam perut bumi sehingga harus digali atau dibor misalnya minyak bumi, gas alam, batu bara, logam).

Barang tambang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

·         Barang tambang mineral logam, misalnya emas, perak, tembaga, timah, bauksit, dan nikel. 

·         Barang tambang mineral nonlogam, misalnya belerang, gypsum, marmer, dan batu gampang. 

·         Barang tambang sumber energi, misalnya minyak bumi, batu bara, dan gas alam. 

Barang tambang yang ada di Indonesia dapat diolah untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Namun, tidak boleh terlalu dieksploitasi (diambil secara terus menerus sampai habis) karena barang tambang ini akan cepat habis (sebagian besar barang tambang merupakan jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui).

Daerah yang terkenal sebagai penghasil barang tambang adalah:

·         Minyak bumi di Cepu dan Cilacap (Jawa Tengah),

·         Minas (Riau) Batu bara di Sawahlunto (Sumatera Barat),

·         Tembaga di Tembagapura (Papua) Gas alam di Bontang (Kalimantan Timur)

5.      Kehutanan

Hutan Indonesia berperan penting sebagai paru-paru dunia dan berfungsi sebagai tempat berkembangnya berbagai fauna. Sayangnya kini terjadi penyempitan kawasan hutan Indonesia yang berdampak pada bencana banjir maupun tanah longsor. Untuk meminimalisirnya, kawasan hutan perlu dihijaukan kembali dengan berbagai cara, salah satunya reboisasi. 

Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, hutan dibedakan sebagai berikut:

a.       Hutan Produksi adalah hutan yang difungsikan untuk memproduksi hasil hutan tertentu. Area hutan ini dipertahankan sebagai kawasan hutan untuk menghasilkan hasil hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri, dan ekspor. Contoh: kayu jati, kayu meranti, rotan, dan karet

b.      Hutan Lindung adalah hutan yang difungsikan untuk mengatur penyerapan air, gunanya untuk memelihara dan melindungi lingkungan alam tertentu. Contoh: hutan yang digunakan untuk menjaga kelestarian tanah dan air.

c.       Hutan Suaka Alam adalah hutan yang difungsikan untuk melindungi hewan dan tumbuhan tertentu agar tidak punah.

d.      Hutan Wisata adalah hutan yang khusus difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi.

Berdasarkan asal usul terbentuknya, hutan dibedakan menjadi 2 yaitu:

a.       Hutan Alam yaitu hutan yang terbentuk secara alami. Contoh: hutan rimba/ belantara

b.      Hutan Buatan yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia secara sengaja. Contoh: hutan produksi seperti hutan jati.

6.      Perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dagang dan menjualnya kembali kepada konsumen. Melalui kegiatan perdagangan, pedagang akan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga belinya. Selain itu, kegiatan perdagangan ini dapat dilakukan antarnegara yang ditandai dengan kegiatan ekspor impor. 

Ekspor adalah usaha yang dilakukan untuk menjual barang dari dalam negeri ke apsar luar negeri. Sementara itu, impor adalah usaha memasukkan barang dari negara lain ke pasar dalam negeri. 

Menurut tempat usahanya, pedagang dibedakan sebagai berikut:

1.      Pedagang tetap, yaitu pedagang yang memiliki tempat yang tetap, misalnya berdagang di pasar, ruko (rumah toko), toko, warung, atau supermaket.

2.      Pedagang asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara berkeliling.

3.      Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah-pindah tempatnya. Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.

Berdasarkan jumlah barangnya, perdagangan ada 3, yaitu :

1.      Perdagangan besar (grosir): kegiatan jual beli barang dalam jumlah besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri.

2.      Perdagangan sedang/ menengah (agen): kegiatan jual beli barang dengan jumlah yang tidak begitu banyak.

3.      Perdagangan kecil (pedagang eceran): kegiatan perdagangan, dilakukan oleh para pedagang kecil dengan modal dan jumlah barang sedikit.

7.      Perindustrian

Perindustrian adalah kegiatan mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Industri dilakukan untuk meningkatkan kualitas atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, perusahaan, pemerintah, maupun pihak swasta.

Berdasarkan jumlah pekerja dan jumlah barang yang dihasilkan, perindustrian digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a.       Industri Rumah Tangga/ Home Industry 

Industri yang diusahakan oleh keluarga (tenaga kerja 1 – 4 orang) dengan modal kecil dan peralatan sederhana.

Industri ini biasanya tempat pembuatannya di rumah tangga.

Hasil industri : tahu, kecap, kerupuk, makanan kecil.

b.      Industri kecil/ - Industri dengan karyawan antara 5 sampai 19 dengan modal agak besar.

Contoh industri di Indonesia adalah industri makanan dan minuman, kosmetik, obat-obatan, garmen, serta elektronik. 

 

 

 

Demikianlah Materi IPS Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat” yang dapat kami sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

 

Materi IPS kelas 5 tema 5 ( Ekosistem) dengan   pokok pembahasan “ Letak dan Batas Wilayah Indonesia”   Kali ini kita akan mempelajar...