Materi IPS Kelas 5 SD Tema 2
Subtema 1 Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih dengan pokok pembahasan “Jenis-jenis
Usaha Ekonomi Masyarakat”
Kali
ini kita akan mempelajari Materi PPKN Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 dengan tema
“Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat”. Dengan
memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa saja
Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat.
Kondisi geografis Indonesia yang
berupa daratan dan lautan ini menyebabkan beragam dampak. Salah satunya adalah
dengan adanya beragam jenis usaha ekonomi yang ada dalam masyarakat
Indonesia.
Perlu kita ketahui bahwa semua
kegiatan atau usaha ekonomi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk
memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
Berikut ini akan di jelaskan tentang jenis-jenis usaha
ekonomi masyarakat Indonesia. Simak informasi berikut ini, yuk!
1. Agraris
Indonesia dikenal sebagai negara
agraris karena banyak sekali penduduk Indonesia yang bermata pencaharian
sebagai petani. Usaha agraris ini meliputi kegiatan pertanian dan
perkebunan. Sektor usaha agraris ini biasanya terdapat di daerah pedesaan dan
pegunungan.
1)
Pertanian merupakan jenis usaha yang
mengolah tanah untuk ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman. Hasil
usaha pertanian menghasilkan bahan pangan.
Kegiatan
bercocok tanam dalam pertanian ini meliputi: pengolahan tanah, pembibitan,
pemupukan, pengairan, pemberantasan hama, pemanenan, pengolahan hasil panen,
dan pemasaran hasil panen. Usaha peningkatan hasil pertanian dapat dilakukan
dengan cara-cara berikut yaitu : intensifikasi pertanian (memanfaatkan lahan
yang sudah tersedia dengan sebaik-baiknya), ekstensifikasi pertanian
(memperluas lahan/ penambahan lahan baru), diversifikasi pertanian
(memperbanyak jenis tanaman), rehabilitasi pertanian (memperbaiki cara bertani
atau mengubah jenis sawahnya misal sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi),
dan mekanisasi pertanian (menggunakan mesin modern).
2)
Perkebunan adalah segala kegiatan yang
mengusahakan tumbuhan tertentu pada tanah atau media lain dalam ekosistem yang
sesuai seperti cara mengolah, dan memasarkan barang jasa hasil panen. - Hasil
perkebunan di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan baku perindustrian dan
menjadi barang/ komoditas unggulan ekspor.
Tanaman
perkebunan ada yang merupakan tanaman musiman (berumur pendek) dan tanaman
tahunan (berumur panjang).
·
Perkebunan dengan tanaman berumur pendek
- Contoh: tebu, rosela, dan tembakau.
·
Perkebunan dengan tanaman berumur
panjang - Contoh: karet, kelapa, cengkih, lada, kopi, teh, dan kelapa sawit.
Perkebunan
dapat dibedakan atas :
·
Perkebunan rakyat (perkebunan yang
dikelola oleh rakyat, biasanya sempit dan menggunakan modal serta tenaga kerja
yang seadanya) dan
·
Perkebunan besar (perkebunan yang
biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan besar dan hasilnya untuk
ekspor sehingga menghasilkan devisa/ pemasukan bagi negara, biasanya lahannya
lebih luas, teknologinya maju, tetapi membutuhkan modal yang besar).
2. Peternakan
Peternakan adalah kegiatan usaha
budi daya hewan yang biasanya peternak akan mengambil hasilnya.
Hasil peternakan sendiri terdiri
atas daging, telur, susu, kulit, dan bulu. Jenis peternakan dapat dibedakan
menjadi:
a. Peternakan
hewan kecil, contohnya kambing, domba, biri-biri, dan kelinci.
b. Peternakan
hewan besar, contohnya kuda, sapi, kerbau, dan lembu.
c. Peternakan
unggas, contohnya itik, burung, puyuh, dan ayam.
Usaha peternakan bisa dilakukan dalam beberapa skala, yaitu skala kecil
yang dilakukan oleh masyarakat dan skala besar oleh pihak swasta atau
pemerintah.
3. Perikanan
Perikanan adalah kegiatan ekonomi di
bidang budi daya ikan. Perikanan tidak hanya bisa dilakukan di laut saja.
Namun, bisa dilakukan di darat. Ada beberapa contoh usaha ekonomi perikanan,
budi daya ikan di kolam dan budi daya ikan di tambak.
Secara umum, perikanan terbagi menjadi dua jenis,
yaitu perikanan laut dan perikanan darat.
a. Perikanan
Darat
Perikanan
darat adalah usaha memelihara ikan di perairan darat. Perikanan air darat ini
kemudian terbagi lagi menjadi perikanan air tawar dan air payau. Perikanan
air tawar dilakukan di danau, sungai, rawa, waduk, bendungan, empang, sawah,
dan kolam. Untuk jenis ikan yang dibudidayakan ada ikan lele, mujair,
ikan mas, dan ikan gerame.
b. Perikanan
Laut
Perikanan
laut adalah usaha menangkap ikan di sekitar pantai ataupun di laut. Di
Indonesia, usaha perikanan air laut dilakukan oleh nelayan tradisonal.
Saat sedang musim, nelayan akan
memperoleh hasil laut yang beragam, seperti udang, kerang, rumput laut,
ikan-ikan, mutiara, hingga garam laut.
Sektor ekonomi ini biasanya
digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dimanfaatkan untuk
komoditas ekspor.
4. Pertambangan
Dilihat dari kondisi geologisnya, wilayah Indonesia mengandung banyak
barang tambang yang bisa dimanfaatkan bagi kemakmuran masyarakat.
Pertambangan merupakan kegiatan menggali dan
memanfaatkan hasil logam dan nonlogam maupun mineral yang terkandung di
bumi. Untuk mendapatkan mineral perlu
dilakukan penggalian atau penambangan.
Berdasarkan letaknya ada dua jenis tambang yaitu
tambang terbuka (bahan yang diambil di permukaan bumi misalnya pasir, batu
kali, kapur, timah, aspal) dan tambang tertutup (bahan yang diambil berada di
dalam perut bumi sehingga harus digali atau dibor misalnya minyak bumi, gas
alam, batu bara, logam).
Barang tambang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
·
Barang tambang mineral logam, misalnya emas, perak,
tembaga, timah, bauksit, dan nikel.
·
Barang tambang mineral nonlogam, misalnya belerang,
gypsum, marmer, dan batu gampang.
·
Barang tambang sumber energi, misalnya minyak bumi,
batu bara, dan gas alam.
Barang tambang yang ada di Indonesia dapat diolah
untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Namun, tidak boleh terlalu dieksploitasi
(diambil secara terus menerus sampai habis) karena barang tambang ini akan
cepat habis (sebagian besar barang tambang merupakan jenis sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui).
Daerah yang terkenal
sebagai penghasil barang tambang adalah:
·
Minyak bumi di Cepu dan Cilacap (Jawa
Tengah),
·
Minas (Riau) Batu bara di Sawahlunto
(Sumatera Barat),
·
Tembaga di Tembagapura (Papua) Gas alam
di Bontang (Kalimantan Timur)
5. Kehutanan
Hutan Indonesia berperan penting
sebagai paru-paru dunia dan berfungsi sebagai tempat berkembangnya berbagai
fauna. Sayangnya kini terjadi penyempitan kawasan hutan Indonesia yang
berdampak pada bencana banjir maupun tanah longsor. Untuk
meminimalisirnya, kawasan hutan perlu dihijaukan kembali dengan berbagai cara,
salah satunya reboisasi.
Berdasarkan fungsi dan
kegunaannya, hutan dibedakan sebagai berikut:
a. Hutan
Produksi adalah hutan yang difungsikan untuk memproduksi hasil hutan tertentu.
Area hutan ini dipertahankan sebagai kawasan hutan untuk menghasilkan hasil
hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri, dan ekspor. Contoh: kayu
jati, kayu meranti, rotan, dan karet
b. Hutan
Lindung adalah hutan yang difungsikan untuk mengatur penyerapan air, gunanya
untuk memelihara dan melindungi lingkungan alam tertentu. Contoh: hutan yang
digunakan untuk menjaga kelestarian tanah dan air.
c. Hutan
Suaka Alam adalah hutan yang difungsikan untuk melindungi hewan dan tumbuhan
tertentu agar tidak punah.
d. Hutan
Wisata adalah hutan yang khusus difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan
rekreasi.
Berdasarkan asal usul
terbentuknya, hutan dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Hutan
Alam yaitu hutan yang terbentuk secara alami. Contoh: hutan rimba/ belantara
b. Hutan
Buatan yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia secara sengaja.
Contoh: hutan produksi seperti hutan jati.
6. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dagang dan menjualnya kembali
kepada konsumen. Melalui kegiatan perdagangan, pedagang akan memperoleh
keuntungan dari selisih harga jual dan harga belinya. Selain itu, kegiatan
perdagangan ini dapat dilakukan antarnegara yang ditandai dengan kegiatan
ekspor impor.
Ekspor adalah usaha yang dilakukan untuk menjual barang dari dalam negeri
ke apsar luar negeri. Sementara itu, impor adalah usaha memasukkan barang
dari negara lain ke pasar dalam negeri.
Menurut tempat
usahanya, pedagang dibedakan sebagai berikut:
1. Pedagang
tetap, yaitu pedagang yang memiliki tempat yang tetap, misalnya berdagang di
pasar, ruko (rumah toko), toko, warung, atau supermaket.
2. Pedagang
asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara
berkeliling.
3. Pedagang
kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah-pindah tempatnya.
Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.
Berdasarkan jumlah
barangnya, perdagangan ada 3, yaitu :
1. Perdagangan
besar (grosir): kegiatan jual beli barang dalam jumlah besar yang dilakukan
perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri.
2. Perdagangan
sedang/ menengah (agen): kegiatan jual beli barang dengan jumlah yang tidak
begitu banyak.
3. Perdagangan
kecil (pedagang eceran): kegiatan perdagangan, dilakukan oleh para pedagang
kecil dengan modal dan jumlah barang sedikit.
7. Perindustrian
Perindustrian adalah kegiatan
mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Industri
dilakukan untuk meningkatkan kualitas atau nilai suatu barang. Usaha industri
dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, perusahaan, pemerintah, maupun pihak
swasta.
Berdasarkan
jumlah pekerja dan jumlah barang yang dihasilkan, perindustrian digolongkan
menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Industri
Rumah Tangga/ Home Industry
Industri
yang diusahakan oleh keluarga (tenaga kerja 1 – 4 orang) dengan modal kecil dan
peralatan sederhana.
Industri
ini biasanya tempat pembuatannya di rumah tangga.
Hasil
industri : tahu, kecap, kerupuk, makanan kecil.
b. Industri
kecil/ - Industri dengan karyawan antara 5 sampai 19 dengan modal agak besar.
Contoh industri di Indonesia adalah industri makanan dan minuman, kosmetik,
obat-obatan, garmen, serta elektronik.
Demikianlah Materi IPS Kelas 5 Tema 2
Subtema 1 “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat” yang dapat kami sampaikan
melalui tulisan di blog ini.
Semoga
ilmunya dapat bermanfaat.
~
Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~