Sabtu, 29 Oktober 2022

Materi IPS Kelas 5 SD Tema 2 Subtema 1 Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih dengan pokok pembahasan “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat”

 

Kali ini kita akan mempelajari Materi PPKN Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 dengan tema “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat”. Dengan  memahami materi ini, diharapkan siswa dapat mengetahui apa saja Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat.


Kondisi geografis Indonesia yang berupa daratan dan lautan ini menyebabkan beragam dampak. Salah satunya adalah dengan adanya beragam jenis usaha ekonomi yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Perlu kita ketahui bahwa semua kegiatan atau usaha ekonomi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. 

Berikut ini akan di jelaskan tentang jenis-jenis usaha ekonomi masyarakat Indonesia. Simak informasi berikut ini, yuk!

 

1.      Agraris

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena banyak sekali penduduk Indonesia yang bermata pencaharian sebagai petani. Usaha agraris ini meliputi kegiatan pertanian dan perkebunan. Sektor usaha agraris ini biasanya terdapat di daerah pedesaan dan pegunungan. 

1)      Pertanian merupakan jenis usaha yang mengolah tanah untuk ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman. Hasil usaha pertanian menghasilkan bahan pangan.

Kegiatan bercocok tanam dalam pertanian ini meliputi: pengolahan tanah, pembibitan, pemupukan, pengairan, pemberantasan hama, pemanenan, pengolahan hasil panen, dan pemasaran hasil panen. Usaha peningkatan hasil pertanian dapat dilakukan dengan cara-cara berikut yaitu : intensifikasi pertanian (memanfaatkan lahan yang sudah tersedia dengan sebaik-baiknya), ekstensifikasi pertanian (memperluas lahan/ penambahan lahan baru), diversifikasi pertanian (memperbanyak jenis tanaman), rehabilitasi pertanian (memperbaiki cara bertani atau mengubah jenis sawahnya misal sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi), dan mekanisasi pertanian (menggunakan mesin modern).

2)      Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tumbuhan tertentu pada tanah atau media lain dalam ekosistem yang sesuai seperti cara mengolah, dan memasarkan barang jasa hasil panen. - Hasil perkebunan di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan baku perindustrian dan menjadi barang/ komoditas unggulan ekspor.

Tanaman perkebunan ada yang merupakan tanaman musiman (berumur pendek) dan tanaman tahunan (berumur panjang).

·         Perkebunan dengan tanaman berumur pendek - Contoh: tebu, rosela, dan tembakau.

·         Perkebunan dengan tanaman berumur panjang - Contoh: karet, kelapa, cengkih, lada, kopi, teh, dan kelapa sawit.

Perkebunan dapat dibedakan atas :

·         Perkebunan rakyat (perkebunan yang dikelola oleh rakyat, biasanya sempit dan menggunakan modal serta tenaga kerja yang seadanya) dan

·         Perkebunan besar (perkebunan yang biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan besar dan hasilnya untuk ekspor sehingga menghasilkan devisa/ pemasukan bagi negara, biasanya lahannya lebih luas, teknologinya maju, tetapi membutuhkan modal yang besar).

2.      Peternakan

Peternakan adalah kegiatan usaha budi daya hewan yang biasanya peternak akan mengambil hasilnya. 

Hasil peternakan sendiri terdiri atas daging, telur, susu, kulit, dan bulu. Jenis peternakan dapat dibedakan menjadi:

a.       Peternakan hewan kecil, contohnya kambing, domba, biri-biri, dan kelinci.

b.      Peternakan hewan besar, contohnya kuda, sapi, kerbau, dan lembu.

c.       Peternakan unggas, contohnya itik, burung, puyuh, dan ayam.

Usaha peternakan bisa dilakukan dalam beberapa skala, yaitu skala kecil yang dilakukan oleh masyarakat dan skala besar oleh pihak swasta atau pemerintah.

3.      Perikanan

Perikanan adalah kegiatan ekonomi di bidang budi daya ikan. Perikanan tidak hanya bisa dilakukan di laut saja. Namun, bisa dilakukan di darat. Ada beberapa contoh usaha ekonomi perikanan, budi daya ikan di kolam dan budi daya ikan di tambak.

Secara umum, perikanan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perikanan laut dan perikanan darat. 

a.       Perikanan Darat

Perikanan darat adalah usaha memelihara ikan di perairan darat. Perikanan air darat ini kemudian terbagi lagi menjadi perikanan air tawar dan air payau. Perikanan air tawar dilakukan di danau, sungai, rawa, waduk, bendungan, empang, sawah, dan kolam.  Untuk jenis ikan yang dibudidayakan ada ikan lele, mujair, ikan mas, dan ikan gerame. 

b.      Perikanan Laut

Perikanan laut adalah usaha menangkap ikan di sekitar pantai ataupun di laut. Di Indonesia, usaha perikanan air laut dilakukan oleh nelayan tradisonal.

Saat sedang musim, nelayan akan memperoleh hasil laut yang beragam, seperti udang, kerang, rumput laut, ikan-ikan, mutiara, hingga garam laut. 

Sektor ekonomi ini biasanya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan dimanfaatkan untuk komoditas ekspor.

4.      Pertambangan

Dilihat dari kondisi geologisnya, wilayah Indonesia mengandung banyak barang tambang yang bisa dimanfaatkan bagi kemakmuran masyarakat. 

Pertambangan merupakan kegiatan menggali dan memanfaatkan hasil logam dan nonlogam maupun mineral yang terkandung di bumi.  Untuk mendapatkan mineral perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Berdasarkan letaknya ada dua jenis tambang yaitu tambang terbuka (bahan yang diambil di permukaan bumi misalnya pasir, batu kali, kapur, timah, aspal) dan tambang tertutup (bahan yang diambil berada di dalam perut bumi sehingga harus digali atau dibor misalnya minyak bumi, gas alam, batu bara, logam).

Barang tambang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:

·         Barang tambang mineral logam, misalnya emas, perak, tembaga, timah, bauksit, dan nikel. 

·         Barang tambang mineral nonlogam, misalnya belerang, gypsum, marmer, dan batu gampang. 

·         Barang tambang sumber energi, misalnya minyak bumi, batu bara, dan gas alam. 

Barang tambang yang ada di Indonesia dapat diolah untuk kemakmuran masyarakat Indonesia. Namun, tidak boleh terlalu dieksploitasi (diambil secara terus menerus sampai habis) karena barang tambang ini akan cepat habis (sebagian besar barang tambang merupakan jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui).

Daerah yang terkenal sebagai penghasil barang tambang adalah:

·         Minyak bumi di Cepu dan Cilacap (Jawa Tengah),

·         Minas (Riau) Batu bara di Sawahlunto (Sumatera Barat),

·         Tembaga di Tembagapura (Papua) Gas alam di Bontang (Kalimantan Timur)

5.      Kehutanan

Hutan Indonesia berperan penting sebagai paru-paru dunia dan berfungsi sebagai tempat berkembangnya berbagai fauna. Sayangnya kini terjadi penyempitan kawasan hutan Indonesia yang berdampak pada bencana banjir maupun tanah longsor. Untuk meminimalisirnya, kawasan hutan perlu dihijaukan kembali dengan berbagai cara, salah satunya reboisasi. 

Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, hutan dibedakan sebagai berikut:

a.       Hutan Produksi adalah hutan yang difungsikan untuk memproduksi hasil hutan tertentu. Area hutan ini dipertahankan sebagai kawasan hutan untuk menghasilkan hasil hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri, dan ekspor. Contoh: kayu jati, kayu meranti, rotan, dan karet

b.      Hutan Lindung adalah hutan yang difungsikan untuk mengatur penyerapan air, gunanya untuk memelihara dan melindungi lingkungan alam tertentu. Contoh: hutan yang digunakan untuk menjaga kelestarian tanah dan air.

c.       Hutan Suaka Alam adalah hutan yang difungsikan untuk melindungi hewan dan tumbuhan tertentu agar tidak punah.

d.      Hutan Wisata adalah hutan yang khusus difungsikan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi.

Berdasarkan asal usul terbentuknya, hutan dibedakan menjadi 2 yaitu:

a.       Hutan Alam yaitu hutan yang terbentuk secara alami. Contoh: hutan rimba/ belantara

b.      Hutan Buatan yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia secara sengaja. Contoh: hutan produksi seperti hutan jati.

6.      Perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dagang dan menjualnya kembali kepada konsumen. Melalui kegiatan perdagangan, pedagang akan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga belinya. Selain itu, kegiatan perdagangan ini dapat dilakukan antarnegara yang ditandai dengan kegiatan ekspor impor. 

Ekspor adalah usaha yang dilakukan untuk menjual barang dari dalam negeri ke apsar luar negeri. Sementara itu, impor adalah usaha memasukkan barang dari negara lain ke pasar dalam negeri. 

Menurut tempat usahanya, pedagang dibedakan sebagai berikut:

1.      Pedagang tetap, yaitu pedagang yang memiliki tempat yang tetap, misalnya berdagang di pasar, ruko (rumah toko), toko, warung, atau supermaket.

2.      Pedagang asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara berkeliling.

3.      Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah-pindah tempatnya. Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.

Berdasarkan jumlah barangnya, perdagangan ada 3, yaitu :

1.      Perdagangan besar (grosir): kegiatan jual beli barang dalam jumlah besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri.

2.      Perdagangan sedang/ menengah (agen): kegiatan jual beli barang dengan jumlah yang tidak begitu banyak.

3.      Perdagangan kecil (pedagang eceran): kegiatan perdagangan, dilakukan oleh para pedagang kecil dengan modal dan jumlah barang sedikit.

7.      Perindustrian

Perindustrian adalah kegiatan mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Industri dilakukan untuk meningkatkan kualitas atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, perusahaan, pemerintah, maupun pihak swasta.

Berdasarkan jumlah pekerja dan jumlah barang yang dihasilkan, perindustrian digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a.       Industri Rumah Tangga/ Home Industry 

Industri yang diusahakan oleh keluarga (tenaga kerja 1 – 4 orang) dengan modal kecil dan peralatan sederhana.

Industri ini biasanya tempat pembuatannya di rumah tangga.

Hasil industri : tahu, kecap, kerupuk, makanan kecil.

b.      Industri kecil/ - Industri dengan karyawan antara 5 sampai 19 dengan modal agak besar.

Contoh industri di Indonesia adalah industri makanan dan minuman, kosmetik, obat-obatan, garmen, serta elektronik. 

 

 

 

Demikianlah Materi IPS Kelas 5 Tema 2 Subtema 1 “Jenis-jenis Usaha Ekonomi Masyarakat” yang dapat kami sampaikan melalui tulisan di blog ini.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat.

 

 

~ Selamat belajar dan terus tingkatkan prestasinya. ~

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi IPS kelas 5 tema 5 ( Ekosistem) dengan   pokok pembahasan “ Letak dan Batas Wilayah Indonesia”   Kali ini kita akan mempelajar...